Ide Konten Channel YouTube : Ubah Konten Blog Anda Jadi Video

Untuk menjadi seorang YouTuber,  kita perlu rutin mengunggah konten ke channel YouTube kita. Semakin banyak konten berkualitas yang kita unggah, maka tentu akan makin banyak orang yang menyukai channel kita.

mengubah-posting-blog-jadi-video

Untuk bisa rutin menghasilkan konten/karya, tentu kita perlu punya banyak ide.

Nah, bicara soal ide, kali ini ada satu ide kreatif yang bisa Anda coba. Ide tersebut adalah mengubah konten blog menjadi video.

Seperti apa idenya? Mari kita ulas.

Mengubah Posting Blog Menjadi Video

Ide ini sudah saya lakukan sejak tahun awal tahun 2016. Ketika itu, saya berpikir untuk mengubah posting-posting di JefferlySuperClub.com menjadi video-video panduan bisnis online. JefferlySuperClub.com adalah blog yang berisi artikel seputar tips, inspirasi, dan panduan internet marketing.

Contoh salah satu posting yang saya jadikan bahan video.

Contoh salah satu posting yang saya jadikan bahan video.

Akhirnya, saya pun mulai mengubah posting-posting blog menjadi video.

Contohnya seperti posting ini : Tips dan Trik : Cara Mencari Tahu Popularitas Website. Posting tadi berisi pembahasan seputar cara mengetahui popularitas sebuah website di internet. Mengetahui popularitas suatu website akan sangat membantu  para pelaku bisnis online. Misalkan ketika kita hendak beriklan di suatu website. Dengan mengetahui popularitas web tujuan kita beriklan, kita bisa mempertimbangkan apakah biaya iklan yang ditawarkan sesuai atau tidak.

Berawal dari materi di posting tadi, saya pun mulai membuat video tutorial. Video tutorialnya berjudul Cara Mengetahui Popularitas Website. Video tadi saya publikasikan di channel YouTube saya.

Video YouTube yang saya buat berdasarkan posting blog.

Video YouTube yang saya buat berdasarkan posting blog.

Setelah videonya saya unggah ke YouTube, video tersebut saya bagikan di berbagai media. Saya bagikan di posting JefferlySuperClub.com ataupun di beberapa posting blog saya yang lain. Saya pun membagikan video tadi di media sosial lain (salah satunya saya membagikan video tersebut di Instagram). 

Bagaimana Hasilnya?

Hasilnya cukup baik. Ada dua manfaat utama yang saya rasakan. Dua manfaat tersebut antara lain :

  • Konten channel saya semakin banyak dan beragam. Dengan menerapkan cara ini, saya tak lagi kekeringan ide video. Ide seolah datang dengan sendirinya. Misalkan ketika saya sedang mandi, sambil memikirkan posting apa yang hendak ditulis di blog, saya tiba-tiba dapat ide video. Kenapa? Sebab ketika saya memikirkan ide posting blog, maka ide itu sekaligus bisa saya jadikan video.
  • Mampu menghadirkan variasi konten di blog. Manfaat lainnya adalah video-video yang saya hasilkan juga bisa saya pakai di blog. Dengan demikian, ada variasi konten di blog. Pembaca dapat memilih konten yang sesuai kesukaan mereka. Jika mereka mengakses konten saya dari perangkat mobile dan kuotanya sedang terbatas, maka mereka cukup membaca tulisan. Namun jika mereka berada dalam kondisi yang nyaman (misal : terkoneksi ke Wifi), tentu mereka bisa mendapatkan pengalaman lebih dengan menikmati video.

Tertarik Mencoba, Apa yang Harus Dilakukan?

memproduksi-video

Jika Anda tertarik mencoba, maka inilah yang perlu Anda lakukan :

  • Kumpulkan dulu ide-ide video Anda. Ya, Anda bisa membuat daftar posting mana saja yang akan Anda buat videonya. Setelah daftarnya ada, maka silakan sortir mana posting yang akan dibuat video. Saya tidak membuat video untuk semua posting. Saya hanya membuat video untuk posting-posting unggulan. Posting unggulan ini biasanya adalah posting yang mendalam dan banyak peminatnya. Ketika membuat posting unggulan, saya pasti meluangkan waktu lebih.
  • Persiapkan outline video Anda. Setelah memilik ide, maka ubahlah ide tadi menjadi outline. Outline ini berisi gambaran apa saja hal-hal yang akan ditampilkan di video. Pastikan terdapat nilai lebih video dibanding posting blog Anda. Contoh nilai lebih ini misalnya pembahasan di video yang lebih menarik/menghibur, pembahasan di video yang lebih detail, dan lain sebagainya. Adanya nilai lebih inilah yang akan menjadi alasan mengapa pembaca blog perlu menikmati video Anda.
  • Mulailah membuat video Anda. Setelah outline, maka mulailah proses produksi. Lakukan pengambilan gambar, perekaman suara, dan tentunya proses editing.
  • Publikasikan video Anda, lalu bagikan di media lain. Setelah videonya jadi, unggah video tersebut ke YouTube. Bagikan pula video Anda di media sosial lain (seperti di Facebook, Twitter, Instagram, dsb) guna menjaring lebih banyak penonton.

Semoga menginspirasi dan selamat berkreasi.

Jefferly Helianthusonfri

 

PanduanYouTube

PanduanYouTubeMarketing.com adalah website yang menyediakan berbagai artikel seputar YouTube marketing. Ingin belajar YouTube marketing? Mari baca tulisan di PanduanYouTubeMarketing.com

2 Comments

  1. Apakah ini tidak merupakan pelanggaran hak cipta gan?
    Apakah yang punya blog akan bertindak lain jika conten di blog mereka kita jadikan sebagai videk kita?

    • Kalau konsepnya sama persis, lebih baik pakai materi/posting dari blog kita sendiri.
      Hanya saja, kalau kita hanya mengutip informasi dari blog lain, tidak masalah, yang penting mencantumkan sumbernya.

      Dalam posting di atas, yang saya contohkan adalah artikel/posting dari blog saya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *