video

Sebagai blogger dan sekaligus YouTuber, kadang saya bertanya pada diri sendiri. Saya kerap bertanya, kira-kira lebih baik saya bikin video atau tulisan ya?

Barangkali pertanyaan ini juga mengganjal di benak Anda. Akhirnya saya pun menyadari jawaban atas pertanyaan tadi.

Mau belajar editing video untuk pemula? Yuk ikuti MasterClass Editing Video dari Kelingking ID.

Lebih baik mana, membuat konten dalam bentuk video atau tulisan? Mari kita ulas dalam tulisan berikut.

Lebih Suka Konten Video

Sebagai content creator, saya lebih menyukai membuat konten dalam bentuk video. Inilah beberapa alasan mengapa saya lebih suka konten video.

  • Dapat dipakai berulang-ulang. Ketika kita membuat video, lalu mengunggahnya ke internet, video tersebut dapat kita gunakan berulang-ulang. Kita dapat berkali-kali membagikan video tersebut, entah itu di media sosial ataupun di website kita sendiri. Bandingkan kalau kita menulis di website. Jika konten tersebut kita publikasikan ulang di web lain, maka akan terjadi duplikasi konten. Ujung-ujungnya kita dikira copy paste konten.
Membagikan video di blog.
Membagikan video di blog.
  • Tidak bisa di-copy paste. Kalau berupa tulisan, orang dengan mudah meng-copy paste konten kita. Namun kalau video, maka akan sulit bagi seseorang untuk meng-copy konten kita. Sebab di video tersebut ada suara ataupun tampilan kita. Kalaupun orang benar-benar mau meng-copy paste konten kita, mau tidak mau si orang tadi harus bekerja lebih keras dengan melakukan editing terhadap video kita.
  • Meningkatkan waktu yang dihabiskan pengunjung di website. Ketika menghadirkan konten video di website, otomatis pengunjung akan lebih lama berada di website saya Kenapa? Karena biasanya sebuah video berdurasi 3 – 5 menit (atau lebih). Alhasil ketika penonton menyaksikan video, mereka pasti akan menghabiskan waktu bermenit-menit di web saya.
  • Meningkatkan variasi konten. Konten dalam bentuk tulisan dapat dibuat oleh siapapun yang bisa menulis. Namun untuk membuat video jelas butuh upaya yang lebih. Oleh karena itu, menghadirkan video di web akan menjadikan konten web kita semakin variatif jika dibandingkan dengan konten di web lain.

Oleh karena itu, jika ditanya lebih baik membuat konten dalam bentuk video atau tulisan, saya lebih menyukai membuat konten video.

Hanya saja, pertimbangkan juga target audiens dari konten Anda. Apakah audiens Anda punya koneksi internet yang stabil dan mencukupi atau tidak? Jika misalkan koneksi internet audiens tidak stabil tentu akan menjadi beban jika harus mengakses video-video berukuran yang agak besar.

Video yang Diadaptasi dari Konten Blog

Salah satu kebiasaan saya adalah saya membuat video yang diadaptasi dari konten blog. Misalkan saya sudah menulis artikel Beragam Profesi Sumber Passive Income di Internet. Dalam tulisan tersebut, saya membahas berbagai profesi yang dapat dijalankan guna meraih passive income di internet.

Nah, di waktu mendatang saya akan membuat video. Dalam video tersebut saya akan menjelaskan kembali berbagai profesi tadi. Hanya saja, tentu penjelasannya akan disesuaikan agar cocok untuk video. Mungkin saya tambahkan gambar-gambar menarik, grafik, atau berbagai jenis modifikasi lainnya.

Cara di atas saya lakukan berulang-ulang. Jadi, saya memilih konten-konten unggulan di blog saya. Selanjutnya konten tadi saya coba konversikan menjadi sebuah video baru. Jika videonya sudah jadi, saya tinggal mengunggah video tersebut ke channel YouTube saya.

Dengan menerapkan cara ini, saya selalu mendapatkan ide untuk membuat video-video baru. 🙂

Jefferly Helianthusonfri

Suka dengan tutorial YouTube marketing semacam ini? Yuk nonton dan subscribe di channel YouTube Jefferly Helian

Leave a comment